
Jakarta, Ghost ECC Indonesia
—
Nama
LSD
mungkin tidak sepopuler ganja, tetapi banyak nama besar yang diketahui terpapar
narkotika
ini, mulai dari John Lennon dari The Beatles hingga pendiri Apple, Steve Jobs.
Sejarah
d-lysergic acid diethylamide
atau LSD berawal pada April 1943 di sebuah laboratorium. Seorang biokimiawan Swiss bernama Albert Hofmann tidak sengaja membuka salah satu babak paling kontroversial dalam sejarah ilmu pengetahuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melarutkan beberapa mikrogram zat hasil sintesisnya sendiri,
d-lysergic acid diethylamide
, ke dalam segelas air, lalu meminumnya.
Empat puluh lima menit kemudian, Hofmann mencatat pusing yang memburuk, gangguan visual, dan dorongan kuat untuk tertawa.
Ia meminta asistennya memanggil dokter, lalu pulang ke rumah dengan mengayuh sepeda. Dalam benaknya, jalanan biasa berubah menjadi kanvas Salvador Dali yang bergerak.
Dokter yang memeriksanya menemukan kondisi fisik Hofmann baik-baik saja, tetapi kondisi mentalnya kacau. Hofmann sempat khawatir ia telah merusak pikirannya secara permanen.
Setelah mempublikasikan pengalamannya, Sandoz Pharmaceutical Company mendistribusikan LSD kepada para peneliti ilmiah di seluruh dunia. Salah satu aspek paling mengejutkan dari zat ini adalah efektivitasnya pada dosis yang sangat kecil, dengan hanya 25-50 mikrogram sudah cukup untuk memicu halusinasi.
Dalam tulisan berjudul ”
Acid Trip: The History of LSD – the Original Psychedelic Drug
” dari Erika Dyck, LSD disebut sebagai substansi tak berwarna, tak berbau, yang dalam jumlah sedikit itu mampu membuat seseorang merasa seolah kehilangan akal sehatnya.
LSD memasuki dunia ilmu pengetahuan di tengah gelombang optimisme psikofarmakologi. Pada 1950-an, terapi berbasis zat kimia diyakini mampu merevolusi psikiatri.
Thomas Ban, salah satu psikofarmakolog awal Amerika Utara, menyebut riset obat-obatan untuk gangguan mental di era itu bertanggung jawab membawa psikiatri ke dunia modern.
Publikasi ilmiah tentang LSD tumbuh eksponensial. Lebih dari 100 artikel pada 1951 serta melampaui 1.000 pada 1961 terbit dalam lebih dari selusin bahasa dari Jepang hingga Bulgaria.
Salah satu figur sentral dalam penelitian awal LSD adalah Humphry Osmond, psikiater berlatarbelakang Inggris yang pindah ke Weyburn, Saskatchewan, Kanada, pada 1951.
Ia dan timnya menyimpulkan bahwa LSD menciptakan kondisi psikosis sementara dengan mengganggu transmisi adrenergik, sebuah “model psikosis” yang secara teoritis membuka jalan untuk membalikkan skizofrenia secara kimiawi.
Mendengar eksperimen Osmond, penulis Aldous Huxley menawarkan diri sebagai subjek uji meskalin. Osmond mengaku gugup, dan ia tidak ingin tercatat sebagai orang yang membuat Huxley gila.
Eksperimen itu berjalan, dan hasilnya lahirlah
The Doors of Perception
(1954), sebuah esai yang memaparkan pengalaman Huxley dengan referensi filosofi, puisi, dan agama.
Pada 1956, Osmond dan Huxley terlibat persaingan untuk menciptakan istilah yang menggambarkan “pengalaman” LSD. Huxley mengirimkan usulannya dalam sebait sajak, Osmond membalasnya.
Dari pertukaran tersebut lahirlah satu kata,
psychedelic
. Kata ini berasal dari bahasa Yunani kuno psyche (ψυχή) yang berarti pikiran dan delos (δήλος) yang berarti termanifestasi.
Tim Saskatchewan kemudian mengalihkan fokus ke potensi terapeutik LSD, khususnya untuk alkoholisme.
Bekerja sama dengan Alcoholics Anonymous, mereka mengobati pasien dengan satu sesi dosis besar antara 200 hingga 1.500 mikrogram dalam lingkungan klinis terkontrol, dan mengklaim tingkat pemulihan secara rutin di atas 50 persen.
Terapi ini membawa logika pasien alkohol sering menolak intervensi hingga mengalami
delirium tremens
yang kerap fatal.
Delirium tremens
merupakan gejala paling berat yang kerap terjadi saat seseorang lepas dari alkohol.
Jika LSD bisa mensimulasikan pengalaman psikologis tahap itu sebelum kerusakan fisiknya terjadi, lebih banyak pasien bisa diselamatkan.
Psikolog Duncan Blewett berargumen bahwa LSD mampu “membantu manusia melihat dirinya sendiri, nilai-nilainya, dan perilakunya dalam perspektif baru.”
Namun skeptisisme kolega-kolega mereka tetap kuat dengan menyebut klaim pemulihan itu sulit direplikasi dalam uji coba terkontrol.
LSD akhirnya jatuh bukan karena kegagalan ilmiah, melainkan tekanan sosial dan politik. Pada pertengahan 1960-an, zat itu dikenal luas di luar konteks klinis sebagai “acid,” obat jalanan yang dikaitkan dengan generasi pemberontak.
Kemudahan sintesisnya membuat versi-versi buatan rumah beredar di jaringan perdagangan gelap. Di jalanan, LSD memiliki beberapa nama seperti Acid, Blotter Acid, Dots, Mellow Yellow, hingga Window Pane.
Beberapa laporan media mengenai pengguna LSD berfokus pada tindakan-tindakan yang relatif tidak berbahaya dari kaum muda pemberontak yang menantang otoritas, baik otoritas tersebut berupa pihak negara, orang tua, maupun pihak universitas.
Namun, beberapa berita lain menghubungkan LSD dengan kekerasan, pembunuhan, dan bunuh diri.
Pada 1968, WHO mendesak semua pemerintah untuk melarang zat tersebut. Sebagian besar negara mematuhinya, mengakhiri seluruh eksperimen LSD secara legal.
Efek LSD pada tubuh
Badan Penegakan Narkotika Amerika Serikat (DEA) menjelaskan beberapa efek LSD terhadap tubuh penggunanya, seperti pupil melebar, suhu tubuh meningkat, detak jantung dan tekanan darah meningkat, berkeringat, kehilangan nafsu makan, sulit tidur, mulut kering, dan gemetar.
Selama berada di bawah pengaruh zat tersebut, pengguna mungkin mengalami gangguan persepsi kedalaman dan waktu.
Hal tersebut juga bisa disertai gangguan persepsi yang terdistorsi terhadap bentuk dan ukuran benda, gerakan, warna, suara, sentuhan, serta citra tubuh pengguna sendiri.
DEA juga mengatakan pengguna LSD mungkin mengalami kecemasan dan depresi akut setelah “trip” LSD.
Gangguan Persepsi Persisten akibat Halusinogen (
Hallucinogen Persisting Perception Disorder
), yang mungkin mencakup kemunculan kembali secara terputus-putus aspek tertentu dari pengalaman penggunaan obat atau ”
flashback
” dilaporkan terjadi beberapa hari, bahkan berbulan-bulan, setelah mengonsumsi dosis terakhir.
(lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Ghost ECC]
Baca lagi: Siapa Orang Pertama yang Jelaskan Fenomena Gempa Bumi Secara Ilmiah?
Baca lagi: FOTO: 6 Fans Wanita Paling Fenomenal dalam Sejarah Piala Dunia
Baca lagi: 7 Hari Lagi Berlaku, Ini Cara Daftar Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah



36 Responses
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://www.buzzbii.com/bong88living juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
oke banget sih ini , the best deh pokoknya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/webmaster/page/54/
banyak pelajaran yang sangat sangat berarti sekali disini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/webmaster/page/54/
sangat mendorong pola pikir untuk berpikir jernih dan berani ambil keputusan setelah tau ada artikel ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/activities/page/6/ semangat
thankyou atas kerjasama dan bantuan nya , pelayanan nya bagus dan saya suka dengan artikel ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/futureagriculturalproduction/ ayoo coba
Artikel yang sangat menarik untuk dibaca di waktu luang. https://www.encyclopedia.com/social-sciences-and-law/political-science-and-government/political-science-terms-and-concepts/communism
Senang menemukan artikel yang berkualitas seperti ini. https://socrates.acadiau.ca/courses/span/home/links/links_mid.html
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://cvemon.intruder.io/cves/CVE-2008-4451 yang cukup menarik.
Terima kasih sudah menghadirkan bacaan yang berkualitas di tengah banyaknya informasi di internet. https://sketchfab.com/king88com
Informasi yang disampaikan cukup lengkap untuk dijadikan referensi awal. Saya juga menemukan ulasan menarik di https://artistecard.com/king88com.
Bukan sekadar ulasan permukaan, artikel ini berani menyelami akar terdalam dari fenomena tersebut http://www.kufirst.center.ku.ac.th/meettheexpert/ hanya di artikel bagus ini saja ya
Data atau statistik yang dicantumkan membuat argumen penulis semakin solid.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/8775-2/
Artikel yang sangat memuaskan rasa ingin tahu saya. Benar-benar jawaban yang saya cari https://www.kufirst.center.ku.ac.th/costing-for-decisiong-making/
Suka cara penulis ngejelasin poin-poinnya, jadi gampang nyerap ilmunya. Terima kasih banyak, sukses terus https://www.kufirst.center.ku.ac.th/fruitvinegardrink-2/
Artikel ini membuka cakrawala berpikir saya. Benar-benar kaya akan informasi penting https://www.kufirst.center.ku.ac.th/post5/ artikel ini benar-benar bagus
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=542 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan http://fatcow.com/blog/?p=1400 yang cukup menarik.
Saya menemukan banyak terminologi dan pemahaman fundamental yang menaikkan level intelektual saya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/9823/ jadi artikel ini sangat bermanfaat
Penulis memberikan opsi-opsi taktis yang selama ini luput dari radar analisis saya. Sangat menolong https://www.kufirst.center.ku.ac.th/fsmalaw2022/
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://golosknig.com/profile/epicureannycom/ yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Bahasanya lugas, tegas, namun tetap sopan.https://magic.ly/asikinlau/Ragam-Gunung-Api-Aktif-di-Indonesia
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, http://dada91830.blog.free.fr/index.php?post/2012/02/20/Acheter-et-t%C3%A9l%C3%A9charger-Call-of-Duty-%3A-Modern-Warfare-3-Cle-CD-%28Steam%29&pub=1 juga bahas hal yang sama lho.
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di https://www.winningagent.com/forums/users/seauvx/ nyambung banget.
Terima kasih sudah menyajikan artikel bermutu tinggi.https://mcspartners.ning.com/forum/topics/unable-to-sell-bitcoin-on-blockchain?commentId=1960632%3AComment%3A21419259
Setuju 100%! Memang bener banget poin-poin yang disampein. Buat nambah literasi, mampir juga ke https://adfam.org.uk/forums/users/smlmnplr/ ya, bahasan mereka juga oke punya.
Karya tulis ini tidak sekadar menyajikan informasi permukaan, melainkan mengupas anatomi masalah secara radikal dan komprehensif https://hyperorg.com/2004/05/page/2/
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://kldp.org/comment/253844 ya guys.
Artikel ini layak dijadikan instrumen akselerasi pemahaman bagi para akademisi yang mengutamakan kedalaman substansi https://crookedtimber.org/page/762/?p=ruuhkwbcx
Sebuah karya tulis yang sangat matang, responsif terhadap dinamika global, dan sarat akan nilai edukasi premium. https://claw2003.hatenadiary.jp/entry/20040531
Saya baru menyadari bahwa topik ini ternyata sangat menarik. Selain artikel ini, saya juga melihat [https://about.me/agarioskins01](https://about.me/agarioskins01).
Saya akan merekomendasikan artikel ini kepada orang yang membutuhkan informasi serupa. Saya juga menyimpan referensi dari https://about.me/typhu88rip.
Artikel ini berhasil mempertahankan stabilitas kualitas argumen secara konsisten dari paragraf pertama hingga abstrak penutup. https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/issue/archive
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://dl.nanet.go.kr/detail/PAMP1000027372 yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=291098 juga.
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200918865, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Tulisannya runtut dan logis, enak dibacanya. Sebagai tambahan informasi aja nih, web https://kldp.org/comment/273535 juga ngebahas topik ini dari sisi yang berbeda.