NASA akan Luncurkan Teleskop Canggih Baru, Ini Fungsinya

Jakarta, Ghost ECC Indonesia

Lembaga antariksa Amerika Serikat,

NASA

, bakal meluncurkan

teleskop luar angkasa

terbaru mereka, Nancy Grace Roman Space Telescope, ke luar angkasa pada Agustus mendatang. Teleskop ini diklaim dapat melakukan pengamatan galaksi Bima Sakti lebih baik dari teleskop canggih NASA lainnya.

Teleskop senilai US$4 miliar atau sekitar Rp71,2 triliun itu dijadwalkan meluncur menggunakan roket SpaceX pada 30 Agustus pukul 07.26 EDT atau 18.26 WIB dari Kennedy Space Center di Florida. Jadwal peluncuran ini lebih cepat sembilan bulan dari rencana awal.

“Kita akan meluncurkan Roman, mengujinya, membuka penutup aperture, mengamati langit, dan mengirimkan data ke Bumi untuk pertama kalinya,” kata Jeremy Perkins, ilmuwan pengujian dan integrasi teleskop Roman, dalam konferensi pers pada 29 Juli lalu, melansir

Space

.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut para peneliti, Roman akan menuju lokasi yang dikenal sebagai Titik Lagrange 2 (L2), sebuah titik gravitasi stabil yang berjarak sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi, yang berada di antara Bumi dan Matahari.

Lokasi ini sangat populer untuk observatorium, karena memungkinkan pesawat luar angkasa diposisikan sedemikian rupa agar instrumennya tetap dapat menangkap cahaya Matahari sebagai sumber energi.

Dalam perjalanan menuju L2, Roman perlu menggunakan sebagian bahan bakarnya untuk koreksi jalur agar memastikan arahnya tetap tepat.

“Kami melakukan penyesuaian orbit akhir sekitar hari ke-100 untuk masuk ke orbit permanen di L2,” kata Perkins.

“Setelah itu, bahan bakar yang tersisa masih cukup untuk melakukan penyesuaian momentum dan pertahanan posisi selama lima tahun atau lebih,” lanjutnya.

Lebih canggih dari Hubble dan JWST

Para peneliti mengklaim bahwa teleskop Roman jauh lebih canggih dari Hubble Space Telescope. Mereka memperkirakan Roman bisa menghasilkan lebih dari 500 terabyte data per tahun.

Sebagai perbandingan, selama beroperasi sekitar 35 tahun, Hubble hanya menghasilkan sekitar 400 terabyte data.

“Secara umum, Roman memiliki sensitivitas dan ketajaman penglihatan yang setara dengan Hubble, tetapi kami mampu memindai langit jauh lebih cepat. Pengamatan galaksi Bima Sakti oleh Roman selama satu bulan akan membutuhkan waktu sekitar satu abad jika dilakukan oleh Hubble,” ungkap Julie McEnery, ilmuwan senior proyek Roman.

“Kita akan membutuhkan lebih dari setengah juta TV 4K hanya untuk menampilkan satu gambar utuh dari survei terbesar Roman,” lanjut McEnery. “Untuk membayangkan skalanya, layar TV sebanyak itu bisa menutupi 45 blok kota di Manhattan.”

Bahkan, dibandingkan dengan James Webb Space Telescope (JWST), teleskop ini pun lebih baik. Teleskop ini memiliki kemampuan pengamatan inframerah dekat berkat instrumen sudut pandang luasnya (

Wide-Field Instrument

/WFI).

Namun begitu, sensitivitas sensor inframerahnya tidak setinggi milik JWST. Keunggulan utama Roman terletak pada bidang pandangnya yang sangat luas, karena satu tangkapan gambar Roman diperkirakan 50 kali lebih luas dibanding gambar dari JWST.

“Webb dirancang untuk meneliti secara sangat mendalam dengan sensitivitas tinggi agar kita bisa menemukan objek-objek langka di alam semesta awal,” kata McEnery.

“Tapi kita membutuhkan Roman untuk menemukan objek langka dalam alam semesta yang lebih dekat,” lanjut dia.

Nama teleskop ini diambil dari nama Nancy Grace Roman, pelopor astronomi yang merupakan eksekutif wanita pertama di NASA sekaligus kepala astronomi pertama di lembaga tersebut. Ia sering dijuluki “Ibu Hubble” karena kontribusi besarnya terhadap proyek Hubble dan terkenal atas terobosan risetnya mengenai satelit.

Bisa deteksi asteroid penghancur

Menurut laporan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Teleskop Roman juga akan ‘melihat menembus’ Tata Surya. Hal inilah yang menjadikannya sangat ideal untuk mendeteksi asteroid.

Bidang pandang raksasa dan penglihatan inframerah Teleskop Roman memungkinkannya mendeteksi asteroid kecil hingga berukuran sekitar 18 meter. Ukuran ini sebanding dengan asteroid yang meledak di atas kota Chelyabinsk, Rusia, pada tahun 2013, yang melepaskan energi setara 500.000 ton TNT dan menyebabkan 1.500 orang dilarikan ke rumah sakit.

Perangkat lunak Teleskop Roman memerlukan sedikit penyesuaian agar dapat mengintai batuan luar angkasa ini. Secara desain awal, teleskop ini dirancang untuk menembus dan melampaui Tata Surya demi mengambil gambar sejelas mungkin dari bagian alam semesta lainnya.

Meskipun penyesuaian tersebut dilakukan, Teleskop Roman tidak akan bekerja sendirian sebagai pemburu asteroid yang serba bisa. Kekuatannya terletak pada kemampuannya melengkapi JWST, observatorium lain yang dirancang untuk mengamati galaksi dan bintang di pelosok alam semesta.

Hal ini berarti Teleskop Roman dapat mengamati beberapa asteroid yang mencurigakan secara beruntun dengan sangat cepat.

(dmi)

[Gambas:Video Ghost ECC]

Baca lagi: Menko Polkam Ungkap Tantangan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla

Baca lagi: FOTO: Mengintip Kemegahan Pesawat Jumbo Airbus A380 yang Mampir RI

Baca lagi: Ariana Grande Raih Puncak Tangga Album untuk Ketujuh Kalinya

7 Responses

  1. Sebuah ulasan yang sangat berkelas dan penuh dengan insiatif positif. Melalui artikel ini, penulis berhasil tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif yang sangat dibutuhkan saat ini. Salut untuk tulisan yang sangat bernilai ini! milenium88

  2. “Artikel yang sangat informatif dan ditulis dengan luar biasa! Saya setuju banget kalau aspek cerita dalam game ini benar-benar menjadi daya tarik utama. Jarang sekali ada developer di era sekarang yang berani mengambil risiko dengan narasi yang begitu dalam dan emosional. Setelah membaca ulasan Anda secara lengkap, saya jadi semakin yakin untuk segera membelinya dan mencobanya akhir pekan nanti. Terima kasih sudah membahasnya dengan sangat detail dan tanpa spoiler yang mengganggu!” situs gacor“> situs gacor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: