Elon Musk Mau Bikin ‘Gugusan Bintang’ Baru, Diberi Nama Starmind

Jakarta, Ghost ECC Indonesia

Elon Musk

memiliki ide gila dengan membangun sebuah ‘

gugusan bintang

‘ baru yang bakal mengorbit di luar angkasa. Seperti apa ‘gugusan bintang’ buatan orang terkaya di dunia itu?

Namun begitu, ‘gugusan bintang’ tersebut bukan objek astronomi alami, melainkan jaringan raksasa satelit yang akan beroperasi di orbit Bumi.

Proyek ambisius berbentuk mega konstelasi satelit kecerdasan buatan (AI) ini dirancang untuk berfungsi sebagai pusat data AI di orbit Bumi, dengan target mencapai 1 juta unit satelit.

SpaceX

, perusahaan milik Musk,

akan menamai mega konstelasi satelit AI yang tengah direncanakan itu dengan nama ‘Starmind’. Pilihan nama tersebut meneruskan tradisi penamaan dengan embel-embel star atau bintang yang sudah lama diusung SpaceX.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Starmind bergabung dengan nama-nama yang sudah ada seperti Starship, Starbase, Starlink, Starshield, dan Starfall dalam deretan proyek berprefix “Star” milik perusahaan tersebut.

Di antara semua proyek itu, Starmind disebut sebagai yang paling ambisius. Bila terwujud sesuai rencana, konstelasi ini berpotensi berukuran sekitar 100 kali lebih besar dari Starlink saat ini.

Musk menggambarkan satelit-satelit Starmind sebagai pusat data orbital yang memanfaatkan energi matahari yang nyaris terus-menerus tersedia di luar angkasa. Rencana ini, kata Musk, akan “mengubah kemampuan kita untuk mengembangkan komputasi” dengan biaya operasional dan pemeliharaan yang rendah.

“Dengan memanfaatkan tenaga surya yang hampir konstan secara langsung dengan sedikit biaya operasi atau pemeliharaan, satelit-satelit ini akan mengubah kemampuan kita untuk menskalakan komputasi,” Musk pada Februari lalu.

Dikutip dari

Space

, Musk juga menggambarkan proyek itu sebagai langkah awal menuju peradaban Tingkat II Kardashev, konsep teoretis sebuah peradaban yang mampu memanfaatkan seluruh energi bintangnya. SpaceX menargetkan konstelasi baru Starmind ini akan memiliki satu juta satelit.

Tema “Star” tampaknya telah menggantikan konvensi penamaan lama SpaceX. Lini roket pertama perusahaan itu dinamai “Falcon” yang terinspirasi dari Millennium Falcon dalam semesta “Star Wars,” diikuti mesin “Merlin” dan “Kestrel” yang mengikuti tema burung pemangsa.

Mesin generasi terbaru penggerak Starship masih mewarisi kebiasaan tersebut dengan nama “Raptor.”

(lom)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Ghost ECC]

Baca lagi: Razman Arif Nasution Dijebloskan Ke Lapas Cipinang

Baca lagi: Bukan Sekadar Mainan, Ini 9 Manfaat Lego untuk Anak

Baca lagi: Siswa SMA Kembangkan IndoChar untuk Olah Limbah Tani Jadi Solusi Iklim

38 Responses

  1. Artikel ini cukup menarik karena pembahasannya mudah dipahami dan informasinya tersusun dengan rapi. Saya jadi mendapatkan beberapa wawasan baru yang sebelumnya belum saya ketahui. Mungkin ke depannya bisa ditambahkan lebih banyak contoh kasus atau pembahasan yang lebih mendalam agar pembaca semakin mudah memahami topiknya. Kebetulan saya juga menemukan referensi lain yang membahas tema serupa di ultra ruby, sehingga bisa menjadi tambahan bacaan bagi siapa pun yang ingin mempelajari topik ini dari sudut pandang yang berbeda. Terima kasih sudah membagikan artikel yang bermanfaat, semoga semakin banyak konten berkualitas seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: